
Baru semalam dapat menjejakkan kaki di Raudhatus Sakinah. Menyentap jiwa dan kalbu. Lantas terilham sajak dari taman rindu.
Bertemu di Raudhah
(Semusim rindu berlalu, baru semalam bersua)
Dulu ia bertanah tidak berair,
Menatap kebunan moral dan laku
Tatkala batas waktu menjadi kelam
Baru ia tahu antara akal dan nafsu
Ayuh kita ke jalanan sana, dik
Tinggalkan warna gelapmu di sini
Kita tanamkan semangat baru
Bersama damai seluruh raga
Kita suburkan pohonan maghfirah
Agar tumbuh menjadi kebunan ilmu
Kembalikan aku rindu yang dulu
Di bibir gadis yang pemalu
Azree Hanifiah
World Assembly of Muslim Youth
11 September 2008

Setiap artikel yang tersiar di StudioMuslim.com dihasilkan untuk tujuan pendidikan dan bersifat non-komersil. Pembaca bebas menyalin dan menyebarkan artikel yang terdapat di sini, namun alamat StudioMuslim.com hendaklah disertakan bersama untuk memudahkan proses rujukan.
Manakala untuk penerbitan semula dan berorientasikan komersil, setiap bahagian daripada artikel ini tidak boleh diterbitkan, disimpan untuk pengeluaran atau dipindahkan dalam bentuk lain, sama ada dengan cara bercetak, elektronik, mekanikal, fotokopi, rakaman dan sebagainya, tanpa izin daripada penulis terlebih dahulu.
Popularity: 31% [?]
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
September 11th, 2008 at 7:05 pm
Wah. Kau bersajak. Ada rasa.. manis..
sedang menyelami, apa maksudnya;
Kembalikan aku rindu yang dulu
Di bibir gadis yang pemalu
[Reply]
Azree Hanifiah reply on September 12, 2008 8:40 am:
Ada rasa manis kalau kau pun pergi sana.
[Reply]
September 11th, 2008 at 11:58 pm
Raudhatus Sakinah tempat pemulihan dan perlindungan wanita itu kah? kalau yang itu, maka sajak itu mudah difahami..
[Reply]
Azree Hanifiah reply on September 12, 2008 8:34 am:
A’ah. Ada program berbuka puasa WAMY di sana pada 10 September lepas.
[Reply]
September 13th, 2008 at 12:56 pm
Kembalikan aku rindu yang dulu
di bibir gadis yang pemalu
agar rentang silam bisa tertanam
menyubur pohon-pohon kecinttan
dalam alir dingin salsabila
mari mengatur, dik
di sana teduhan purnama
untukmu terangi jalan hidupmu.
salam puisi.
[Reply]
Azree Hanifiah reply on September 13, 2008 2:27 pm:
Salam, pelajar UIA ke?
Hebat berpuisi. Rasa macam ada kenal saja gaya puisinya.
[Reply]
September 13th, 2008 at 10:23 pm
anggun puteri bersisip kenanga
menanti si putera menitip suri
taman ilmu dan budi lebat jasanya
menyimbah ibrah hamba seorang santri.
salam puisi.
[Reply]
saifuddin reply on September 14, 2008 2:05 pm:
terkesima aku. nak jawab ‘ya, saya pelajar UIA’ pun dengan berpuisi.
[Reply]
September 16th, 2008 at 11:15 pm
Kembalikan aku rindu yang dulu
Di bibir gadis yang pemalu..
indah pulak puisi ni,
, sungguh indah dari khabar rupanya….
tersentuh jiwa aku… dah lama tak ku dendangkan diri, sehingga jiwa ku tenggelam di alam ini, inginku kembali ke bibir gadis pemalu, tetapi apakan daya usaha sudah tiada
huhuh puisi ni dak UIA buat ker?
[Reply]
Azree Hanifiah reply on September 18, 2008 9:30 am:
Puisi ini bekas budak UIA yang buat.
[Reply]
September 17th, 2008 at 11:44 am
wah.. moga terus rancak menulis!
juga dalam kesempatan ini, jom bantu saudara baru yg memerlukan kita. layari http://www.hidayahcentre.jim.org.my/blog
[Reply]
September 19th, 2008 at 9:12 pm
wah Azree rindu kat saper tuh???
[Reply]
September 25th, 2008 at 3:12 pm
wah, indahnya puisi awak… ilham datang nampaknya..
[Reply]
October 5th, 2008 at 12:46 am
Salam…tumpang lalu….
Suka la sajak tu…
Banner Raudhatus Sakinah tuh bdk2 KMB yg wat…peace!!!!
[Reply]